Senin, 06 September 2021
Inner Beauty
Senyum dan Kebahagian.
Entahlah, seakan waktu memang cepat berlalu.
Ada keraguan dalam diri kenapa aku dan harus.
Kadang juga, keyakinan tumbuh terdetak sekilas.
Namun sadarku kini benar-benar membangunkan
lamunan.
Ada hal menjadi pembatas untukku dalam sabar.
Terima kasih telah mengajarkan ketenangan dalam
diam.
Menumbuhkan percaya agar aku bisa.
Langkah kita tak tergesa, namun hari selalu
memberi irama membentuk melody.
Syukurku atas pertemuan, walau tak harus pasti
berujung.
Kini, hampir tak terbendung air mata.
Bukan karena sedih menyapa.
Haruku akan hadirnya, menjadikan aku tenang
menapaki jejak hari berikutnya.
KepadaNya dari dulu selalu kita tautkan.
Akan hal yang memang tak pernah ingin kita
perdebatkan.
Diam selalu menjadi kekuatan.
Membuka mata mereka seakan panutan.
Menjadi pelajaran untuk berjuang.
Bahwa hanya padaNya kita serahkan.
Begitu pula ambisi butuh keyakinan.
Keikhlasan akan sebuah rizky yang tak tertukar.
Karena ketenangan adalah pondasi bagi seorang
pemenang.
Kebahagian dalam diamku.
Terima kasih telah mengajarkan kesabaran lewat
kata dan sikap yang terlihat jelas pada detik ini dan ratusan hari yang lalu.
by. kireyalazzam
Kematian lebih baik ketika bukan lagi tentangNya.
Adakah kini segala tipu daya menutup mata telinga dan hati?
Allah, apakah cita-cita ini terlalu tinggi?
hingga mereka mencoba menghakimi.
Allah, apakah doa yang terpanjatkan terlalu dalam?
hingga keadaan menyulitkan.
Allah, apakah tujuan terlalu sempurna?.
hingga ujian menunggu giliran.
Allah mengapa semua menjadikan kaki tidak lagi siap menapaki bumi?
Karena beratnya kekecewaan seakan tidak terbendung.
Allah, masihkan nafas memompa jantung?
Atau nyawa telah pergi meninggalkan raga.
Allah, ketetapan itu pastilah adil.
Takdir bagi manusia yang kau pilih.
Tapi seakan Bukan ingin terkabul sempurna.
Namun petaka menyapa dengan hebatnya.
Semoga kisah hanya lamunan.
Atau terkaan karena lemahnya pikir.
Jika iman tak berperan dalam memutuskan.
Pasti keegoisan bersanding dengan penyesalan.
Sungguh allah mengikuti alur pada naskah.
Sebuah harapan akan tertata indah.
hingga kita lupa tangis pernah pecah sederas-derasnya.
Sesak dada tidak terkira, ketika senyum berbalas air mata.
Sungguh kejam dunia, jangan lah lagi kau mengejarnya.
Pasti tak kau temukan ujungkan.
Dan bahagia hanya angan belaka.
Bodohnya diri menimpa.
Malu pada pemilik semesta.
Memberi tidak terkira.
Menyayangi dengan hebatnya.
Sadarku, mecahkan asa.
Tiada yang ku punya.
Tiada perlu upaya ku bawa.
Biarkan suratan menuliskan cerita karenaNya.
BersamaNya semua akan baik-baik saja.
Walau kurasa detik berhenti.
Hari tak berganti dan mentari memilih pergi.
Cukuplah allah bagiku.
Karena kematian adalah kepastian.
Sedang yang tampak didepanku, hanya ilusi semata.
karya : kireyalazzam
Minggu, 05 September 2021
Goresan Ukthi
============== Harapan ============
Akhirnya waktu memberi ruang untuk bernafas tenang,
tanpa pelik dan rumit tersimpan.
Hasrat masih enggan berdesir, detak juga tak menunjukkan ingin.
Sekilas lalu membayangi, biar waktu berangsur membawa pergi.
Hari akan datang kelak memberi ruang kembali.
Membiarkan senyum yang malu-malu untuk dilepaskan, merasakan detak hebat sulit dihentikan, hingga menunggu waktu yang lama bergerak jika tanpa temu.
Kita, aku ,dia dan mereka.
Sama-sama mencoba pulih dari keadaan yang sulit.
Walau permukaan seakan tampak biasa.
Tapi kita belum benar-benar lupa. Pada cerita yg pernah hampir tersurat.
Semoga lalu menjadi alasan untuk lebih baik, memberi temu terakhir pada kebahagian yang sama-sama diperjuangkan.
Amin, untuk kau aku dia dan mereka.
by : kireyalazzam
===============================================================================
Begitulah allah, tidak salah dalam memutuskan.
Tidak akan kebaikan bersanding dengan keburukan.
Dimana sebuah tujuan yang pasti, membutuhkan
ikatan yang kuat pula.
Semua telah dipasangkan. Yang terbaik tidak akan
tertarik dengan yang tak baik. Begitupun sebaliknya, yang tak baik tidak akan
tertarik pada yang baik. Walaupun semua mengarah pada kebaikan. tapi sadarilah,
allah akan menggetarkan hatimu sesuai jalan yang kau pilih.
Kesucian seorang manusia tidaklah bisa dilihat
dari permukaan.
Ia tersimpan begitu dalam hingga allah lah yang
mengerti siapa kita.
Ketaqwaan juga tak bisa kau ukur dari sesuatu
yang hanya tampak oleh matamu.
Sungguh iman tidak bisa diwariskan.
Dan keimanan pondasi utama atas kemuliaan.
Orang-orang fasik mengejar ketikpastian.
Kebodohan tampak dari apa yang menjadi
pertimbangan.
Sungguh dunia menutup mata mereka yang
mengejarnya.
Dan hari akhir pastilah milik mereka yang
menjadikan bumi layaknya penjara.
Sungguh allah mengajarkanku atas sebuah
ketetapan.
Takdir hidup yang selalu menjadi pelajaran.
Andai bisa kita meramal masa depan, pasti tidak
akan ada pertimbangan yang menjenuhkan.
Karena hakikatnya hati membutuhkan.
Sebatas keberanian mengarungi masa depan.
Bukankah ini diukur dari keimanan?
Dimana ketaqwaan adalah pondasinya.
Dan disanalah engkau tuai kebahagiaan.
Hingga maut memisahkan.
by : kireyalazzam
Semoga Bermanfaat
Rabu, 21 Oktober 2020
Gelap Dalam Terang
Karya : Bandeet_28
Selasa, 01 September 2020
Bangkit Dari Masalah
Kata Bangkit Memang sulit dilakukan, apalagi kita sedang dihadapkan dengan masalah yang bertubi - tubi.
Tak sedikit dari mereka yang memilih untuk mengakhiri hidup, dan ada juga sebagian yang berhasil bangkit. Bukan Hal Yang mudang Memang, terkadang cenderung membuat Kawan Frustasi dan beralari dengan cara mabuk - mabukkan dan berfikir bisa menghilangkan masalah, tanpa disadari itu adalah solusi paling bodoh.
Bangkit pelan - pelan dari keterpurukan bukan menyesali semua itu, karena orang - orang yang membencimu sangat bangga ketika kamu terjatuh dan down karena satu masalah. Don't Give Up kawan, dunia masih membutuhkanmu, keluargamu masih menuggu kesuksesanmu. Ayo Bangkit dan buktikan kepada mereka kalau bisa. Terus berusaha dan selalu berdoa karena Allah SWT selalu bersamamu.
Jadikan sebuah hinaan dan cemoohan mereka sebagai amunisi untuk kamu bangkit. jalani saja perlahan - lahan pasti bisa dilewati smuanya. Terus motivasi dirimu dengan melihat rawut wajah kedua orangtuamu yang begitu lelah untuk berusaha kesuksesanmu kawan...
Abaikan Kata Mereka yang membuatmu jatuh.. dan terus berjuang.
by. Bandeet28
-------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
KUMPULAN PUISI CINTA SEDIH
---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Berubah Arah Jalan
by. Bandeet28
Merindukan sosok dirimu dalam mimpi
Adalah yang terbaik saat ini kulakukan.
Setidaknya wajahmu jdi pengobat
Luka..
Saat aku merinduimu..
Mungkin saja. Kamu merindukan org lain.
Ya... aku mengerti
Aku tidak menyerah.. aku tidak kalah.
Setidaknya.. aku telah berjuang buat mu bahgia.
Berjalan seiringan hadapi semua cerita.
Aku tidak menyesal..
Biarpun waktu terbuang sia-sia.. hanya untuk dengar
Cerita keluh kesah mu..
Aku bangga pernah jadi bagian dari kebahagianmu..
Semua harapanku untuk mengubahnmu
Menjadi berharga untuk mereka telah slesai.
Walaupun pada akhirnya aku yang terabaikan
Beruntung sekali dia.
Mendapatkanmu saat sudah jadi berlian.
Dulu bertahun kita buat harapan.
Kenangan sulit dilupakan...
Aku terus bertahan dan bertahan.
Terkadang sebenarnya hatiku lelah.
Dengan harapan bisa dampingimu menjadi seorang ibu
Bagi anak-anak kita.
Tapi semua mimpi hilang sekejap.
Aku merindukan sosok orang
Yang telah berubah jalan.
Hanya aku tersisa berdiri tegak menatap semua luka.
Sudahlah..
Mungkin saat aku bicara kenyataan.
Kamu sudah lupa.
Kamu sudah hapus semua itu.
Aku yang terlalu jauh jatuh... berjuang sendirian.
Mencari harapan yang semu tanpa ada bayangan.
Namun aku tetap merindukan mu..
---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Dia Yang Sempurna
by. Bandeet28
Enggan rasanya menggeletuk mulutku
Untuk brcerita tentang dia
Yang telah memilih jalan yg berbeda
Untuk mencari sosok yg smpurna
Imajinasiku masih sering melukis
Lekuk rawut wajah terakhirnya.
Saat menjauh tanpa sepatah kata
Untuk penenang jiwa
Aku mengagumi sosok dia
Aku merindui candaannya
Dia hebat... dia wanita yg kuat
Aku melihat sosok ibu yg tangguh
Untuk anak2 ku nanti.
Bagiku dia sempurna.
Hanya itu yg bisa ku cerita
Tentang dia.
Dia cntik dg mahkotanya.
Sehingga aku terluka akan kcantikannya.
Lembut senyuman itu
Seakan membunuhku saat rindu tiba.
Rinduku skarang hanya ditemani
Dgn suara dan ceritanya
Tentang dia yg bgitu bhgia dgn pilihannya.
Itu yg bsa kurindukan..
Hanya itu.
----------------------------------------------------------------------------------------------------------
Perahu
by. Bandeet28
Dimalam itu..
Cucuran Hujan yg begitu deras.
Aku tak menyadari kalau air mata ku mengalir..
Aku kira diriku nahkoda..
Rupanya hanya perahu dalam hidupmu
Ahh.. sudahlah mungkin saja
Aku yg terlalu menganggap sebagai nahkoda.
Sedangkan engkau melihatku
Hanya sebagai orang biasa..
Aku saja yg tak sadarkan diri.
Terlalu berangan menggapai langit.
Sedangkan galah pun aku tak punya.
Dulu orang-orang melihatmu bak umpama ranting
Yg menghambat jalan...
Sekarang sudah tumbuh jdi Intan
Penghias mata..
Dulu mereka abaikan..
Ktika kau bukan siapa-siapa..
Hnya saja engkau menetap di kerajaan
Yg haus akan kemewahan.
Ah.. sudahlah.
Mgkin saja engkau sudah lupa akan kebaikan.
Mungkin juga engkau tak mau menoleh kebelakang.
Aku yg hanya sebagai perahu akan terbuang dimusim badai..
Tersingkir dimusim kmarau..
Engkaupun sudah menemukan nahkoda mu
Tempat kau mengayuh harapan..
Nahkoda yg tak ku kenal wujudnya. Yg tak ku ketahui asalnya..
Yg akan membawa mu pergi.
betapa celakanya aku.
Berbisik rindu pada org yg tak tahu.
Bercerita luka pada org yg pelupa.
Menggantung harapan pda engkau yang tidak peka.
Sembari aku menutup mata..
Kudoakan kau bahagia.
Jika sewaktu waktu kau terluka.
Perahu ku siap membawamu kembali
Seperti semula.
Demikian puisi semoga bermanfaat dan semoga kawan - kawan segera dipertemukan dengan sosok orang pengganti yang lebih baik,, Amiiiin.
Kamis, 13 Februari 2014
Puisi Untuk Ibu
TANGISAN MATA BUNDA======================================================
Puisi Monika Sebentina
Dalam Senyum mu kau sembunyikan letih mu
Derita siang dan malam menimpa mu
tak sedetik pun menghentikan langkah mu
Untuk bisa Memberi harapan baru bagi ku
Seonggok Cacian selalu menghampiri mu
secerah hinaan tak perduli bagi mu
selalu kau teruskan langkah untuk masa depan ku
mencari harapan baru lagi bagi anak mu
Bukan setumpuk Emas yg kau harapkan dalam kesuksesan ku
bukan gulungan uang yg kau minta dalam keberhasilan ku
bukan juga sebatang perunggu dalam kemenangan ku
tapi keinginan hati mu membahagiakan aku
Dan yang selalu kau berkata pada ku
Aku menyayangi mu sekarang dan waktu aku tak lagi bersama mu
aku menyayangi mu anak ku dengan ketulusan hati ku
Puisi Seorang Anak Untuk Ibu
Aku berangkat sekarang untuk membantai lawan..
Untuk berjuang dalam pertempuran..
Aku berangkat, Bu, dengarlah aku pergi..
Doakanlah agar aku berhasil..
Sayapku sudah tumbuh, aku ingin terbang..
Merebut kemenangan di mana pun adanya..
Aku akan pergi, Bu, janganlah menangis..
Biar kucari jalanku sendiri..
Aku ingin melihat, menyentuh, dan mendengar..
Meskipun ada bahaya, ada rasa takut..
Aku akan tersenyum dan menghapus air mata..
Biar kuutarakan pikiranku..
Aku pergi mencari duniaku, cita-citaku..
Memahat tempatku, menjahit kainku..
Ingatlah, saat aku melayari sungaiku..
Aku mencintaimu, di sepanjang jalanku.
===================================================
Tuhan
ijinkanlah aku melihat mereka bahagia
ayah…
ibu…
lama sekali aku tak melihat senyum mengembang dari bibir kalian
ya robb…
ijinkanlah aku menjadi alasan mereka tersenyum lagi
ijinkanlah aku mengembalikan senyum itu
senyuman , semangat , yang lama hilang dari mereka
berikanlah umur panjang
sehingga aku dan kedua orang tuaku bisa merasakan
kebahagiaan yang lama tak
kami rasakan
oleh : Ella





